Mengenal Trading Halt Saham

 

Mengenal Trading Halt Saham

Update Informasi - Di saat bursa saham jeblok, kita awali kerap dengar istilah trading halt. Tahukah anda, apakah yang dimaksud dengan trading halt? Dan pada keadaan apa trading halt diaplikasikan? Silahkan kita ulas.

Trading halt ialah pemberhentian perdagangan saham beberapa waktu dengan arah kurangi fluktuasi pengurangan harga saham, tidak turun lebih dalam. Peraturan trading halt dikeluarkan oleh Bursa Dampak Indonesia (BEI) dan umumnya kita dapat saksikan surat keputusan Direksi BEI lewat website Idx.co.id.

Berikut contoh surat trading halt yang dikeluarkan BEI di tanggal 10 Maret 2020 di saat pandemi virus Corona:
Disini, kita bisa menganalisis jika trading halt akan diaplikasikan jika Index Harga Saham Kombinasi (IHSG) alami pengurangan tajam. Berikut ketentuan trading halt dari Bursa Dampak Indonesia (BEI), ketentuan ini dapat berbeda setiap saat ikuti keadaan Bursa saham Indonesia yang terjadi:

1. Perdagangan saham akan disetop sementara (trading halt) sepanjang 30 menit jika IHSG alami pengurangan capai 5%.

2. Trading halt akan dilaksanakan kembali jika IHSG alami pengurangan kelanjutan sampai lebih dari 10%.

3. Jika IHSG turun lebih dari 15% pada hari itu, maka dilaksanakan trading suspend. Trading suspend bisa dilaksanakan: Sampai akhir sesion perdagangan saham atau lebih satu sesion perdagangan, dengan catatan telah memperoleh kesepakatan Kewenangan Jasa Keuangan (OJK).

Saat dilaksanakan trading halt atau trading suspend, karena itu anda tidak bisa mentradingkan saham waktu itu, karena perdagangan disetop sebentar.

Catatan: Ketidaksamaan trading halt dan trading suspend ialah pada trading halt semua antrean jual beli saham yang karakternya masih open order (belum match), tetap ada pada mekanisme perdagangan Jakarta Automatic Trading Sistem (JATS).

Tetapi jika sudah terserang trading suspend, karena itu semua antrean yang statusnya open order, akan automatis ditarik oleh JATS . Maka jika anda telah antre membeli saham, ucapkanlah TLKM pada harga 3.100, dan waktu itu terjadi trading suspend, karena itu antrean 3.100 anda akan ditarik secara automatis.

Trading halt dan trading suspend memang dipersiapkan untuk keadaan2 genting, seperti masalah keamanan politik, sosial, musibah, persoalan pada mekanisme remote trading di Bursa Dampak, sampai pemberhentian perdagangan saham karena kecemasan pasar (IHSG turun 5% sama sesuai ketetapan di atas barusan).

Jadi sesudah dilaksanakan trading halt sepanjang 30 menit, diharap aktor pasar (trader dan investor bisa istirahat sesaat, berpikiran, memutuskan ulangi tidak untuk panik selling dan menahan trader2 yang lain masuk ke rasa fear yang terlalu berlebih (ikutan panik selling).

Hingga, sesudah 30 menit trading halt, dan perdagangan saham dibuka kembali, diharap IHSG minimum mulai bisa menurunkan panik selling aktor pasar.

TRADING HALT DI PASAR SAHAM INDONESIA

Trading halt sempat terjadi pada bulan Maret 2020, di mana dalam satu bulan IHSG alami trading halt sampai 4 (empat kali), yakni pada tanggal 12 Maret 2020, 13 Maret 2020, 17 Maret 2020 dan 23 Maret 2020 karena panik selling trader, karena waktu itu pandemi virus Corona sedang terus-menerus di Indonesia, dan saya mengakui ini ialah trading halt yang cukup ekstrim yang sempat terjadi.

Ini adalah trading halt yang terjadi tanggal 13 Maret 2020, di mana perdagangan saham disetop sementara pada 09.15 pada dibuka lagi jam 09.45.
Saat trading halt, banyak saham yang turun, bahkan juga saham2 lapis dua dan saham blue chip sekelas BBRI terserang auto reject bawah (ARB). Trading halt tidak cuma terjadi pada tahun 2020.

Apa trading halt ini betul-betul efisien membuat pasar saham kembali rebound atau minimal menahan pengurangan pasar?

Well, trading halt yang sudah dilakukan pada bulan Maret 2020 sekitar 4 kali memberinya hasil yang variasi. Sesudah 30 menit trading halt, IHSG masih turun di range 4-5% lebih. Tapi, so far trading halt ini membuat pengurangan IHSG sedikit surut pada hari itu, karena seringkali sesudah trading halt, IHSG minimal tidak turun sampai 6% lebih.

Saat sebelum timbulnya peraturan trading halt pada 10 Maret 2020, tanggal 9 Maret 2020 IHSG sempat turun 6% lebih. Tetapi trading halt ini umumnya cuman berpengaruh pada hari hanya itu. Jika pasar sahamnya ada banyak sentimen negatif, tindakan panik selling umumnya masih bersambung.

Disamping itu, kita sempat juga hadapi trading halt di tahun 2000 dan 2008

1. Trading halt tahun 2000

Di tanggal 13 September 2000 sekitaran jam 15.17 WIB terjadi ledakan bom di gedung BEI, yang dari mobil Toyota. Atas kejadian ini 15 orang jadi korban bencana tesebut.

Yap, kita telah tahu apakah yang akan terjadi dengan pasar saham. Pasti IHSG langsung jatuh karena panik selling. Pada akhirnya dilaksanakan trading halt sampai dua hari yakni di tanggal 13-15 September 2000.

2. Trading halt tahun 2008

Kritis 2008 membuat IHSG turun beberapa bulan, dan pada 8 Oktober 2008, IHSG sempat turun 10,38% ke angka 1.451,67 dan kejadian ini disebutkan Black Wednesday. Pada akhirnya jam 11.08 WIB dilaksanakan trading halt sebagai usaha untuk menahan naik-turun pengurangan saham terlampau dalam. Suspensi perdagangan saham berjalan sampai tanggal 13 Oktober 2008.

Itu keterangan mengenai trading halt. Mudah-mudahan pos ini dapat jawab pertanyaan kawan-kawan berkenaan apakah itu trading halt saham dan praktikknya di pasar saham Indonesia.

Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url