Advertisement here

Apa itu Saham, Jenis-Jenis Saham Dan Ciri-Cirinya, Keuntungan Dan Resiko Bermain Saham

 

Apa itu Saham, Jenis-Jenis Saham Dan Ciri-Cirinya, Keuntungan Dan Resiko Bermain Saham
Apa itu Saham, Jenis-Jenis Saham Dan Ciri-Cirinya, Keuntungan Dan Resiko Bermain Saham

I. Apa Itu Saham?

Saham adalah tanda bukti seseorang menanamkan modal nya di perusahaan atau perseroan terbatas dengan tujuan mendapatkan deviden ataupun keuntungan dari penjualan saham itu sendiri. Sebagai contoh perusahaan A membutuhkan dana segar dan menerbitkan 10.000 lembar saham lalu anda tertarik untuk membeli 1.000 lembar saham dikarenakan kinerja perusahaan tersebut sedang bagus, maka anda akan memiliki claim 10% atas asset perusahaan A, Mendapatkan deviden atau pembagian hasil keuntungan dan berhak hadir berhak hadir dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang diselenggarakan perusahaan tersebut.


II. Jenis Saham Dan Ciri-Ciri :

Umumnya terdapat dua jenis saham yang beredar dipasar modal yaitu saham tipe common stock atau saham biasa dan saham preferred stock atau saham preferen.


A. Common Stock Atau Saham Biasa

Common stock atau saham biasa adalah saham yang dapat diklaim berdasarkan profit dan loss yang terjadi pada suatu perusahaan atau perseorang.

Umumnya seseorang yang memiliki saham ini akan diberikan hak untuk ikut serta dalam pengambilan keputusan dan kebijakan perusahaan serta mempunyai hak suara jika ada pemilihan dewan komisaris perusahaan. Selain itu pemilik saham jenis ini akan mendapatkan prioritas utama jika perusahaan ingin menerbitkan lembar saham baru. Adapun ciri-ciri dari saham common stock atau saham biasa adalah sebagai berikut :
  • Mempunyai hak ikut serta dalam pengambilan keputusan dan kebijakan perusahaan
  • Mempunyai hak dalam pemilihan dewan komisaris perusahaan
  • Mendapatkan prioritas utama jika ada penambahan lembar saham baru
  • Menadi prioritas terakhir jika ada likuidasi dalam hal pembagian deviden atau penjualan asset perusahaan
  • Memiliki kewajiban terbatas, yaitu sebesar saham yang dimiliki saja jika sewaktu-waktu perusahaan mengalami kebangkrutan 

B. Preferred Stock Atau Saham Preferen

preferred stock atau saham preferen adahah saham yang umumnya biasa kita temui dan kita dapatkan dipasar modal. 

Pemilik saham preferen akan mendapatkan pembagian laba yang tetap dan akan iberikan prioritas utama dalam pembagian hasil penjualan asset jika perusahaan mengalami kebangkrutan. Adapun ciri-ciri dari saham preferred stock atau saham preferen adalah sebagai berikut :
  • Memilki ciri yang sama dengan obligasi, yaitu claim terhadap laba dan aktiva
  • Memiliki deviden yang sama dan bersifat akumulatif
  • Mendapatkan prioritas lebih tinggi daripada saham biasa dalam hal pembagian deviden atau keuntungan perusahaan
  • Dapat dikonversi menjadi saham biasa jika ada kesepakatan antara investor dengan saham perusahaan tersebut

III. Keuntungan dan Resiko Bermain Saham :

Untuk saham sendiri sudah mulai dikenal oleh masyarat sebagai selah satu instrumen investasi yang menawarkan keuntungan yang lebih besar dibandinkan anda mendapatkan uang dengan menabung di bank. Saham menjadi instrumen investasi paling menguntungkan dibandingkan instrumen investasi lainnya seperti deposito, reksadana, dan obligasi, atau produk komoditas seperti emas, tanah, atau bahkan forex. Hail ini tercermin dari pertumbungan IHSG yang mencapai 389% dalam kurun waktu kurang lebih 10 tahun dan menjadi yang tertinggi didunia.

Namun perlu anda ketahui semakin tinggi potensi keuntungan yang ditawarkan oleh salah satu produk investasi maka semakin tinggi pula potensi risiko yang dihadapi. "High Return, High Risk.

Investasi saham sendiri merupakan invetasi resmi yang dilakukan di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan langsung diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Adapun beberapa keuntungan dalam bermain saham adalah sebagai berikut ini :

1. Memiliki Hak Untuk Ikut Dalam RUPS (Rapat Umum Pemengang Saham)

Disini kita memiki kewajiban dan hak untuk memberikan suara terkait dalam pemilihan pimpinan perusahaan, kebijakan dan keputusan perusahaan serta jumlah pembagian deviven perusahaan yang dilakukan dalam RUPS.

2. Diakui Sebagai Pemilik Perusahaan

Seperti yang dijelaskan pada awal artikel, bahwa orang yang memiliki saham akan diakui sebagai orang yang memilikin atau menanam modal diperusahaan tersebut. 

3. Mendapatkan Deviden

Anda berhak mendapatkan keuntungan atau deviden saat perusahaan tersebut mendapatkan keuntungan. Untuk persentase pembagian deviven itu sendiri akan ditentukan pada saat dilakukan RUPS dan disepakati oleh mayoritas pemegang saham

4. Mendapatkan Gain atau Profit Dari Harga Jual dan Harga Beli

Semakin baik kinerja perusahaan itu dari waktu ke waktu otomatis akan berdampak pada kenaikan dari value saham yang diperjual belikan dipasar modal dan anda bisa mendapatkan keuntungan saat anda menjual saham anda lebih tinggi dari harga yang anda beli sebelum nya. 

Contoh kasus dibulan November anda membeli saham Bank BCA sebanyak 1 lots ( 1 lot berjumlah 100 Lembar saham) sebesar 1 juta rupiah dan saat memasuki bulan desember harga 1 lots saham Bank BCA naik menjadi 1.2 juta rupiah, otomatis saat anda menjual saham Bank BCA yang anda miliki anda akan mendapatkan gain atau profit sebesar 200 ribu rupiah

Adapun beberapa Resiko dalam bermain saham adalah sebagai berikut ini :

1.  Tidak Mendapatkan Deviden Jika Perusahaan Rugi

Adakalanya suatu perusahaan tidak mendapatkan keuntungan dalam periode tertentu dan berdampak tidak adanya pembagian deviven. Memang perusahaan tidak akan menagih kerugian yang didapatkan ke pemegang saham, namun kerugian yang berkepanjangan akan terus mengerus modal dari perusahaan tersebut.

2. Potensi Loss Dari Harga Beli dan Harga Jual

Jika anda bisa mendapatkan gain atau profit anda juga bisa mendapatkan loss atau rugi. Hal ini bisa di karenakan karena kinerja perusahaan menurut ataupun kondisi pasar modal yang sedang lesu ataupun kondisi keuangan saat ini yang mengakibatkan harga jual saham itu menurun. Banyak orang yang terpaksa menjual sahamnya dibawah harga untuk menghindari kerugian yang lebih besar.]

3. Perusahaan Bangkrut

Perusahaan yang mengalami kerugian dan waktu ke waktu berpotensi untuk mengalami kebangkrutan dan tentunya saham yang beredar akan turun drastis atau tidak memiliki harga jual lagi dipasar modal. Pemilih saham ialah orang yang paling dirugikan jika terjadi kebangkrutan karena mereka akan mendapatkan hal paling akhir setelah likuidasi atau adanya penjualan asset.



Demikianlah pembahasan kali ini mengenai artikel "Apa itu Saham, Jenis-Jenis Saham Dan Ciri-Cirinya, Keuntungan Dan Resiko Bermain Saham" . Anda bisa tinggalkan komentar jika ada hal yang ingin ditanyakan. Terima kasih
Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url
Advertisement here
Advertisement here
Advertisement here
Advertisement here